Contoh makalah tentang Obligasi

Iklan/Advertisment

Artikel terkait : Contoh makalah tentang Obligasi

Menurut wikipedia Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap di atas 10 tahun. Misalnya saja pada Obligasi pemerintah Amerika yang disebut "U.S. Treasury securities" diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau lebih. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut "surat utang" dan utang di bawah 1 tahun disebut "Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah disebut Surat Utang Negara (SUN) dan utang di bawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN).


Berikut ini adalah  Contoh maklalah tentang Obligasi


 PENDAHULUAN

            Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara berkala dan kewajiban melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentuan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.
Jadi pada dasarnya obligasi merupakan utang-piutang. Perbedaan antara obligasi dan utang piutang biasa adalah utang piutang biasanya orang perorangan, atau lembaga dengan orang perorangan secara individu, ataupun antara pemberi pinjaman berhadapan dengan satu  peminjam perusahaan lainnya. Sementara itu, obligasi lebih bersifat antara satu peminjam dengan sekelompok pemberi pinjaman yang jumlahnya dapat ratusan, ribuan, atau puluhan ribu orang. Dengan demikian dalam sebuah penerbitan obligasi melibatkan banyak pemberi pinjaman (kreditor) sebagai pihak investor pemegang obligasi serta hanya melibatkan satu peminjam (debitor) sebagai pihak emiten.



RUMUSAN MASALAH

    Apa Pengertian Obligasi
    Apakah Pengertian Obligasi Syariah (SUKUK)
    Apasaja Jenis-jenis Obligasi
    Apasaja Akad Obligasi Syariah (SUKUK)
    Bagaimana Mekanisme Obligasi



PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
Obligasi
Terdapat beberapa definisi mengenai obligasi. Obligasi atau bond, adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh peminjam, dengan kewajiban untuk membayar kepada bond holder (pemegang obligasi) sejumlah bunga tetap yang telah ditetapkan sebeluan umnya.[1]

Obligasi Syariah (SUKUK)
Sesungguhnya, obligasi syariah (sukuk) ini bukan merupakan istilah yang baru dalam sejarah islam. Istilah tersebut sudah dikenal sejak abad pertengahan, dimana umat islam menggunakannya dalam konteks perdagangan internasional. Sukuk merupakan bentuk jamak dari kata sakk yang memiliki arti yang sama dengan sertifikat atau note. Ia dipergunakan oleh para pedagang pada masa itu sebagai dokumen yang menunjukkan kewajiban financial yang timbul dari usaha perdagangan dan aktivitas komersial lainnya. Namun demikian, sejumlah penulis barat yang memiliki concern terhadap sejarah islam dan  bangsa arab, menyatakan bahwa sakk inilah yang menjadi sesuatu lazim dipergunakan dalam transaksi dunia perbankan kontermporer.
Dalam perkembangannya, the Islamic jurisprudence countil (IJC) kemudian mengeluarkan fatwa yang mndukung berkembangannaya sukuk. Hal tersebut mendoraong otoritas moneter Bahrain (BMA – Bahrain monetary Agency) untuk meluncurkan salam sukuk berjangka waktu 91 jari dengan nilai 25 juta dolar AS pada  tahun 2001. kemudian Malaysia pada tahun yang sama meluncurkan global corporate sukuk si pasaar keuangan islam international. Inilah sukuk global yang pertama kali muncul di pasar internasional.
Obligasi syariah mempunyai pengertian sebagai berikut: “Obligasi ditawarkan dengan ketentuan yang mewajibkan emiten untuk membayar kepada pemegang obligasi syariah sejumlah pendapatan bagi hasil dan membayar kembali dana obligasi syariah pada tanggal pembayaran kembali dana . pendapatan bagi hasil dibayarkan setiap periode tertentu (3 bulan,6 bulan atau setiap satu tahun). Besarnya pendapatan bagi hasil dihitung berdasrkan perkalian antara nasabah pemegang obligasi syariah dengan pendapatan  yang di bagi ghasilkan , yang besarnya tercantum dalam laporan keauangan konsolidasi eemitrn triwulanan yang terakhir di terbitkan sebelum tanggal pembayaran pendapatan bagi hasil yang bersangkutan.

B. JENIS-JENIS OBLIGASI
1. Jenis obligasi berdasarkan definisinya
            Mengenai obligasi ini, bibin bisono mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:
Bond is widely known in Indonesia as a debt paper bearing fixed counpon. Bond is issueed following the procedure of public offering and listed in a stock exchange. It normally matures more than one year (generally between five tom seven year).[2]
            Dalam terjemahan bebas dapat dikatakan bahawa ahudi Indonesia, obligasi rat pernyataan utang dengan bunga tetap/kupon. Obligasi yanma hingga tujuh mumnya lin (ug diterbitkan oleh suatu pihak melalui prosedur penawaran umum dengan jangka waktu diatas satu tahun (umumnya lima hingga tujuh tahun) dan tercatat di bursa.

2. Jenis obligasi berdasarkan bunga dan jaminan
            Beberapa jenis obligasi berdasarkan kriteria netapan intentif bunga, misalnya : floating rate bonds, fixed rate bonds, dan o coupon bonds.[3]
a.  Floating rate bonds adalah obligasi yang ditawarkan dengan tingkat suku bunga yang mengambang.
b.Fixed rate bonds, yang berarti mengandung pengertian yang berlawanan dengan floating rate bonds, yang berarti bunga atas obligasi yang ditawarkan bersifat tetap/tidak berubah.jemahan bebas diartikan bah
c.sementara itu zero coupon bonds adalah sejenis obligasi yang ditawarkan dengan cara memberi diskon kepada pembeli obligasi.

Jenis-jenis obligasi ini antara lain sebagai berikut.
1.Obligasi dengan tingkat bunga tetap
2.obligasi dengan tingkat bunga mengambang
3.obligasi dengan jaminan

3.Jenis obligasi berdasarksn konvertibilitas
            Obligasi ini disebut convertible bonds atau lebih dikenal obligasi konversi. Mengenai obligasi onverrsi atau convertible bonds ini peter gallant menulis, convertible  bonds offer the holder the opsion to convert the bond into another security or assets on agreet conditions in the future.[4] Dalam terjemahan bebas diartikan bahwa obligasi konversi menawarkan kepada pemegangnya suatu hak opsi untuk mengubah obligasi ke sekuritis atauast yang lain atau menyetuju keadaan yang akan terjadi di kemudian hari

4.Jenis obligasi berdasarkan penerbitnya
      Dari klasifikasi pihak yang menerbitkan obligasi, dikenal jenis 1) company bonds (pihak yang menerbitkan adalah perusahaan), 2) government bonds (pemerintah pusat), dan 3) municipal bonds (pemerintah daerah atau wilayah otonomi khusus).[5]

5.Jenis obligasi berdasarkan pemegangnya
      Obligasidapat diterbitkan dalam 2 (dua) jenis, yaitu (i) atas nama, dan (ii) atas unjuk (pembawa). Obligasi atas nama, untuk pokok pinjaman dan bunga, nama pemilik tercantum dalam sertifikat obligasi, tetapi tidak ada kupon bunga[6]
6.Obligasi Subordinasi dan Obligasi Warrant
      Obligasi subordinasi (subordinated debt) merupakan sekuritas dengan peringkat di bawah utang dengan jaminan, setelah obligasi debenture, dan dalam hal tuntutan terhadap aktiva dan pendapatan atas penerbit seringkali setelah kreditur umum lainnya[7]
      Obligasi Warrant merupakan hak untuk ditukarkan dengan saham perusahaan dengan kurs tertentu. Adapun obligasinya tersendiri akan memberikan pembayaran bunga dan pokok obligasi kepada pemegang saham[8]

Akad Obligasi Syariah (SUKUK)
      Akad yang dapat digunakan dalam obligasi syariah anatara lain:
1)      mudharobah (muqaradhoh)/qiradh
2)      musyarokah
3)      murabahah
4)      salam
5)      istishna
6)      ijarah.[9]

C. MEKANISME OBLIGASI
1.      Mekanisme Penjualan Obligasi di Pasar Perdana
Pasar perdana atau primary market adalah pasar yang memperdagangkan obligasi yang baru dikeluarkan emiten. Harga obligasi yang dipasarkan di pasar perdana adalah pasar nominal sesuai dengan yang tertulisdalam surat obligsi.

2.      Mekanisme Penjualan Obligasi di Pasar Sekunder
      Pengertian pasar sekunder (secondary market) adalah penjualan obligasi yang dilakuakan oleh emiten setelah selesainya periode penjualan saham melalui pasar perdana. Dengan berakhirnya periode pemasaran obligasi melalui pasar perdana maka tugas underwriter adalah menyampaikan laporan kepada Bapepam tentang jumlah obligasi yang terjual dan yang belum terjual. Laporan tersebut dilakukan bersamaan dengan dilakukannya pencatatan (listing) obligasi tersebut di bursa efek, dan membayar biaya listing[10]

Proses Transaksi Pasar Sekunder
1. Sebelum dapat melakukan transaksi, investor harus menjadi nasabah di salah satu perusahaan efek.
2. Selanjutnya investor tersebut harus mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah tersebut layak melakukan jual beli saham.
3. Proses perdagangan atau transaksi saham dan obligasi di pasar sekunder diawali dengan order (pesanan) untuk harga tertentu.26/39h
4. Perdagangan saham di BEI harus menggunakan satuan perdagangan (round lot) efek atau kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) efek.
5. Pesanan jual atau beli oleh para investor dari berbagai perusahaan sekuritas akan bertemu di lantai bursa. Setelah terjadi pertemuan (match) antar order tersebut, maka proses selanjutnya adalah proses terjadinya transaksi.Mekanisme matching umumnya berdasarkan kriteria prioritas harga kemudian waktu.[11]



KESIMPULAN

A.Pengertian obligasi syariah (sukuk) dan obligasi
·         Obligasi syariah adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarka prisip syariah yang di keluarkan oleh emiten untuk membayar pendapatan pada investor beupa bagi hasil / margin / fee serta membayar kembali dana investasi pada saat jatuh tempo
·         Obligasi atau bond, adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh peminjam, dengan kewajuiibntuk membayarkepada bond holder (pemegang obligasi ) sejumlah bunga tetap yang telah ditetapkan sebeluan umnya
B.Jenis-jenis Obligasi
·         Jenis obligasi berdasarkan definisinya
·         Jenis obligasi berdasarkan bunga dan jaminan
·         Jenis obligasi berdasarksn konvertibilitas
·         Jenis obligasi berdasarkan penerbitnya
·         Jenis obligasi berdasarkan pemegangnya
·         Obligasi Subordinasi dan Obligasi Warrant
C.Akad Penerbitan Obligasi Syariah (SUKUK)
1.      Akad yang dapat digunakan dalam penerbitan obligasi syariah anatara lain:
2.      mudharobah (muqaradhoh)/qiradh
3.      musyarokah
4.      murabahah
5.      salam
6.      istishna
7.      ijarah



D.Mekanisme penjualan obligasi dipasar perdana dan pasar sekunder
·         penawaran obligasi dilakukan oleh underwriter dibantu oleh age penjual.
·         Para pemesan atau calon pembeli menyerahkan formulir pesanan yang telah diisi kepada underwriter atau agen penjual.
·         Emiten bersama-sama dengan underwriter melakukan penjatahan obligasi.
·         Setelah menerima pemberitahuan entang penjatahan obligasi, maka pihak-pihak yang memesan obligasi bersangkutan harus segera melakukan pembayaran.
Mekanisme penjualan obligasi pasar sekunder
·         system kol (coll  system), dan
·         (system terus-menerus (continuous trading system).




DAFTAR PUSTAKA

1.      Artur J. Keown, et al.. Basic Financial Management. 7th Edition. (Prentice Hall InterNational. 1996). Hal. 252

2.      Bibin busono, mengkaji pasar sekunder obligasi di Indonesia, jurnal hukum bisnis, volume 3, 1998, hal. 51.

    F.G.B. Graaf, Euromarket finance: issues of euromarket securities and syndicated Eurocurrency loans, kluwer-deventer, 1991, hal. 12-20


4.      Peter Gallant, the Eurobond market, (new york: new york institute of finance”, 1938), hal. 65.

5.      Harianto,Farid dan Siswanto Sudomo,hal. 586

6.      Suharjono,”Obligasi Sebagai Pemegangnya”, Varia Peradilan, April 1997, Hal 139-143.

7.      Frank J. Fabbozzi, Manajemen Investasi, Buku Dua, Salemba Empat, 1995, Hal 513.

8.      Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syari’ah, Alvabet, Jakarta, 2003

9.      Junaidi,op.cit,hlm.22-24

10.  Adrian sutedi,aspek hukum obligasi dan sukuk, sinar grafika, Jakarta, 2009

    http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/materi-3-pasar-modal-mekanisme-perdagangan.pdf


[1] Artur J. Keown, et al.. Basic Financial Management. 7th Edition. (Prentice Hall InterNational. 1996). Hal. 252
[2] Bibin busono, mengkaji pasar sekunder obligasi di Indonesia, jurnal hukum bisnis, volume 3, 1998, hal. 51.
[3] F.G.B. Graaf, Euromarket finance: issues of euromarket securities and syndicated Eurocurrency loans, kluwer-deventer, 1991, hal. 12-20
[4] Peter Gallant, the Eurobond market, (new york: new york institute of finance”, 1938), hal. 65.
[5] Harianto,Farid dan Siswanto Sudomo,hal. 586
[6] Suharjono,”Obligasi Sebagai Pemegangnya”, Varia Peradilan, April 1997, Hal 139-143.
[7] Frank J. Fabbozzi, Manajemen Investasi, Buku Dua, Salemba Empat, 1995, Hal 513.
[8] Zainul Arifin, Dasar-Dasar Manajemen Bank Syari’ah, Alvabet, Jakarta, 2003
[9] Adrian sutedi,aspek hukum obligasi dan sukuk, sinar grafika, Jakarta, 2009
[10] Junaidi,op.cit,hlm.22-24
[11]http://deden08m.files.wordpress.com/2011/09/materi-3-pasar-modal-mekanisme-perdagangan.pdf
http://andif210153.blogspot.co.id/2013/07/makalah-obligasi.html
Iklan/Advertisment

Artikel Kumpulan Tugas Makalah Kelas Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2018 Kumpulan Tugas Makalah Kelas | Support by Cara Kredit