Contoh makalah cara pembuatan telur asin
Menurut wikipedia telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk telur-telur yang lain. Telur asin baik dikonsumsi dalam waktu satu bulan (30 hari). Di Indonesia, terutama di pulau Jawa telur asin biasanya diproduksi dash telur bebek pelari (Anas platyrhynchos domesticus) yang memiliki ciri khas cangkang telur yang berwarna biru.
berikut ini adalah Contoh makalah cara pembuatan telur asin semoga bermanfaat
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman dan teknologi
yang semakin canggih, merambat kepada setiap aspek kehidupan, tingkat
persaingan yang semakin tinggi memaksa setiap orang lebih jeli dalam membaca
setiap peluang dalam usaha mengembangkan keterampilan dan keahliannya untuk
menjawab tantangan zaman. Rendahnya tingkat keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh sebagian besar penduduk
Indonesia merupakan salah satu alasan kenapa angka pengangguran di Indonesia
semakin meningkat.
Padahal usaha yang dilakukan
pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan sudah menjadi agenda
utama dari pemerintah. Salah satu contoh yaitu dengan mencetuskan wajib belajar
12 tahun dan memberikan pinjaman dengan suku bunga ringan untuk meningkatkan
taraf hidup bangsa Indonesia tersebut. Namun semua itu ternyata tidaklah cukup,
karena belum didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan berkeahlian
yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja
sendiri, atau berkreasi yang menghasilkan tentunya yang dapat berdampak pada
penekanan terhadap tingginya angka pengangguran, tingginya angka kemiskinan yang ada di Indonesia tersebut.
Peluang untuk mendapatkan
penghasilan yang memadai dan mengurangi pengangguran sangat banyak dan berada
di sekitar kita. Salah satu diantaranya produksi telur yang dihasilkan oleh
hewan ungags yang dipelihara secara manual oleh masyarakat. Telur-telur yang
hanya dikonsumsi secara sederhana dapat menghasilkan
keuntungan yang cukup besar. Contohnya, pembuatan telur asin yang laku keras di
pasaran.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari Pembuatan Telur
Asin ini antara lain yaitu :
1. Untuk mengetahui cara pembuatan Telur
Asin.
2. Untuk mengetahui kandungan yang ada pada
telur asin.
3. Untuk mengetahui manfaat garam sebagai
bahan pengawet pada telur.
BAB II
ISI
2.1 Pengertian
Telur adalah salah satu sumber
protein hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi
tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat
dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur,
obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta
vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya.
Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral
seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian
protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur
yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis
protein dan sedikit karbohidrat.
Kelemahan telur yaitu memiliki sifat
mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan
mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat
penting untuk mempertahankan kualitas telur. Telur akan lebih bermanfaat bila
direbus setengah matang dari pada direbus matang atau dimakan mentah. Telur
yang digoreng kering juga kurang baik, karena protein telur mengalami
denaturasi/rusak, berarti mutu protein akan menurun. Macam-macam telur adalah :
telur ayam (kampung dan ras), telur bebek, puyuh dan lain-lain.
Umumnya telur akan mengalami
kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. Cara mengatasi
dengan pencucian telur sebenarnya hanya akan mempercepat kerusakan. Jadi pada
umumnya telur yang kotor akan lebih awet daripada yang telah dicuci. Penurunan
mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang
penyimpanan.
Telur asin adalah istilah umum
untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan
(diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak). Kebanyakan telur
yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan untuk
telur-telur yang lain. Masa kadaluwarsa telur asin bisa mencapai satu bulan
(30).
Panganan ini bersifat praktis dan
dapat dipadukan dengan berbagai masakan misalnya nasi jamblang, dan nasi
lengko, bahkan dapat pula dimakan tanpa nasi. Nelayan yang melaut atau orang
yang bepergian untuk waktu lama biasa membawa telur asin untuk bekal.
Di Jawa Tengah, daerah Brebes
dikenal sebagai penghasil utama telur asin. Industri telur asin di Brebes cukup
meluas hingga tersedia berbagai pilihan kualitas telur asin. Masing-masing
produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada kulit
telur. Walaupun selera orang berbeda-beda, telur asin yang dinilai berkualitas
tinggi memiliki ciri-ciri bagian kuning telur berwarna jingga terang hingga
kemerahan, "kering" (jika digigit tidak mengeluarkan cairan), tidak
menimbulkan bau amis, dan rasa asin tidak menyengat.
2.2 Cara Membuat
Telur Asin
Ø
Bahan
· Telur Bebek
· Garam
· Abu Gosok
· Air
Ø
Alat
· Ember dan baskom
· Amplas
Ø
Cara Pembuatan
1.
Telur dibersihkan dengan lap dan air hangat.
2.
Siapkan abu gosok secukupnya, garam secukupnya, dan air.
1. Campurkan
bahan ke abu, garam, dan air untuk
membuat adonan pembungkus telur
2. Telur
dibungkus dengan adonan, susun dalam wadah tertutup dan diamkan selama 5-10
hari
7. Setelah itu dibersihkan dengan air
bersih lalu direbus selama 15 menit.
BAB III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari
praktikum pembuatan telur asin ini adalah telur asin menjadi lebih awet sebab
garam selain memberi rasa asin juga sebagai pengawet. Garam berfungsi sebagai
antiseptic dan pengendali mikrorganisme penyebab pembusukan. Dengan adanya
praktikum ini pula, dapat diketahui bagaimana cara pembuatan telur asin
tersebut.
3.2 Saran
Setelah proses pelatihan
keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya
hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para
peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah
diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna
bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur
asin yang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja
bagi masyarakat sekitar.
Terakhir penulis mengharapkan
kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis
juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih
menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan
ridho dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Warisno.2005.Membuat Telur Asin Aneka Rasa.Jakarta:PT Agromedia Pustaka
http://beabaepsae.blogspot.com/2017/05/makalah-pembuatan-telur-asin.html
Post a Comment for "Contoh makalah cara pembuatan telur asin"