Contoh Makalah Pengaruh Lingkungan Pendidkan Terhadap Hasil Belajar Anak

Iklan/Advertisment

Artikel terkait : Contoh Makalah Pengaruh Lingkungan Pendidkan Terhadap Hasil Belajar Anak

Menurut wikipedia Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda, yang ia sebut dengan Tri Pusat Pendidikan



berikut ini adalah contoh  Makalah Pengaruh Lingkungan Pendidkan Terhadap Hasil Belajar Anak

 PENDAHULUAN
A.    LatarBelakang
Lembaga pendidikan sebagaisalah satu bentuk sistem sosial, senantiasa bersifat terbuka, artinya pendidikan tersebut selalu menerima masukan (input) dari lingkungan, dan memberikan hasil berupa output pada lingkungan juga. Keberhasilan suatulembaga pendidikan dalam mencapai tujuannya dipengaruhi oleh kondisi dan situasi yang ada disekelilingnya. Oleh karena itu untuk memahami pendidikan secara lebih luas, para pendidik pada umumnya yang berperan sebagai ujung tombak dalam melaksanakan proses pembelaaran, perlu memiliki pemahaman yang jelas tentang konsep lingkungan dan lingkungan pendidikan.
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukkan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif.  Disisilain proses perkembangandanpendidikanmanusiatidakhanyaterjadidandipengaruhioleh proses pendidikan yang ada dalam sistem pendidikan formal (sekolah) saja. Manusia selama hidupnya selalu akan mendapat pengaruh dari keluarga, sekolah, dan masyarakat luas. Ketiga lingkungan itu sering disebut sebagai tri pusat pendidikan. Dengan kata lain proses perkembangan pendidikan manusia untuk mancapai hasil yang maksimal tidak hanya tergantung tentang bagaimana sistem pendidikan formal dijalankan. Namun juga tergantung padalingkungan pendidikan yang berada di luar lingkungan formal.

B.     Rumusanmasalah
Permasalahan adalah suatu hal atau persoalan yang memerlukan jawaban atau pemecahan dengan pemikiran yang matang dan dapat ditarik suatu kesimpulan, permasalahan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan konsep dan jenis lingkungan pendidikan serta pengaruhnya.
2.      Apa yang dimaksud dengan keluarga sebagai lingkungan pendidikan.
3.      Apa peranan anggota keluarga dalam pendidikan anak.

  C. ProsedurPemecahanmasalah
Lingkungan pendidikan adalah lingkungan tempat terjadinya proses belajar. Lingkungan pendidikan terdiri dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. keluarga adalah lingkungan pendidikan yang pertama dan utama. Anggota keluarga berperan sangat penting terutama dalam pembentukan kerpribadian anak yang pertama dan utama.

  D. Tujuanpenulisan
Adapun tujuan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui pengertian konsep dan jenis lingkungan pendidikan dan pengaruhnya.
2.      Mengetahui pengertian keluarga sebagai lingkungan pendidikan.
3.      Mengetahui peranan anggota keluarga dalam pendidikan anak.

  E. Manfaatpenulisanmakalah
            Berdasarkan permasalahan diatas, maka manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Mendapatkan pengetahuan baru tentang pengertian konsep dan jenis lingkungan pendidikan dan pengaruhnya.
2.      Mendapatkan pengetahuan baru tentang pengertian keluarga sebagailing kungan pendidikan,
3.      Mendapatkan pemahaman baru tentang peranan anggota keluarga dalam pendidikan anak.

F. MetodePenulisan
Bab I Pendahuluan, berisikan a) latar belakang masalah,b) rumusan masalah,c) prosedur Pemecahan masalah,d) tujuan penulisan makalah, e) manfaat penulisan makalah,f) sistematika Pembahasan. Bab II Pembahasan,berisikan:a) pengertian ligkungan pendidikan ,b) pengaruh lingkungan pendidikan terhadap prestasi belajar siswa. Bab III, merupakan bab penutup yang berisikan:a) kesimpulan.b) saran




PEMBAHASAN
A. PengertianLingkunganPendidikan
                        Lingkungan secara umum diartikan sebagai kesatuan ruang dengan segala benda, daya, keadaan, dan mahluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidupa lainnya. Lingkungan dibedakan menajdi lingkungan alam dan lingkungan sosial-budaya. Didalam lingkungan anak dapat memperoleh berbagai pengalaman, sehingga dimana lingkungan sekitar anak hidup akan turut mempengaruhi pribadinya.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendaliandiri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Sedangkan lingkungan pendidikan dapat diartikan sebagai faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap praktek pendidikan. Lingkungan pendidikan sebagai lingkungan tempat berlangsungnya proses pendidikan, yang merupakan bagian dari lingkungan sosial. Secara garis besar, lingkungan pendidikan dibedakan atas tiga jenis, yaitu:
LingkunganPendidikanKeluarga. Keluargasecara umum merupakan lembaga pendidikan tertua, yang pertama dan utama dialamai oleh anak serta lembaga pendidikan yang bersifat kodrati orang tua bertanggung jawab memelihara, merawat, melindungi, dan mendidikanak agar tumbuhdan berkembang dengan baik. Pendidikan keluarga disebut pendidikan utama dan terutama karena di dalam lingkungan ini segala potensi yang dimiliki oleh seorang anak terbentuk (peletak dasar pendidikan anak) dan sebagai persiapan ke arah kehidupan anak dalam masyarakatnya.
LingkunganPendidikanSekolah.Tidak semua tugas mendidik dapat di laksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu dikirimkan anak kesekolah. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, sekolah telah mencapai posisi yang sangat sentral dan belantara pendidikan keluarga. Hal ini karena pendidikan telah berimbas pola pikir ekonomi yaitu efektivitas dan efesiensi dan hal ini telah menjadi semacam ideology dalam proses pendidikan di sekolah untuk menambahkan keterampilan anak, menambahkan pengetahuan anak, mempersiapkan anak didik dalam suatu pekerjaan dan lain sebagainya.
LingkunganPendidikanMasyarakat. Dalamkontekspendidikan, masyarakat merupakan lingkungan dimana anak bergaul dalam kehidupannya sehari-hari.Pendidikan yang dialamianak dalam masyarakat ini, mulai ketika anak-anak melepaskan diri dari asuhan keluarga dan berada di luar dari pendidikan sekolah. Dengan demikian, berarti pengaruh pendidikan tersebut tampaknya lebih luas karena anak dapat memperoleh pengalaman tentang berbagai hal, yang berkenaan dengan lingkungan alamnya, seperti flora dan fauna, dan juga memperoleh pengaruh dari hasil karya masyarakat, baik melalaui korann, buku, televisi, internet, dan lain sebagainnya.
Corak dan ragam pendidikan yang dialami seseorang dalam masyarakat banyak sekali, ini meliputi segala bidang, baik pembentukan kebiasaan-kebiasaan, pembentukan pengertian-pengertian (pengetahuan), sikap dan minat, maupun pembentukan kesusilaan dan keagamaan.

B.     PengaruhLingkunganPendidikan TerhadapHasilBelajarAnak
            Lingkungan siswa adalah tempat di sekitar siswa untuk berinteraksi dengan orang lain maupun melakukan kegiatan, kegiatan sehari-hari termasuk kegiatan belajar.
Ada macam-macam lingkungan ,dan tiap lingkungan terdiri dari berbagai kepribadian orang yang tentunya membawa pengaruh besar terhadap prestasi/hasil belajar siswa.
Pengaruh lingkungan terhadap prestasi/hasil belajar siswa hanya ada dua, yaitu meningkatkan atau malah menurun kan prestasi siswa itu sendiri. Berikut adalah beberapa contoh lingkungan dan faktor-faktornya yang biasa memberikan pengaruh positif maupun negatif pada siswa.
LingkunganKeluarga. Keluarga adalah lingkungan sosial pertama yang dikenal oleh seorang siswa. Suasana keluarga yang kondusif bagi siswa untuk belajar, tentu bisa meningkatkan prestasi siswa itu sendiri. Sebaliknya, bila dalam keluarga itu tercipta suasana yang tidak mendukung siswa untuk belajar, tentu saja prestasi siswa di sekolah tidak akanbagus. Berikut ini adalah pengaruh positif dan negatif dari lingkungan keluarga terhadap prestasi belajar siswa yang saya temukan.
Ada sebuah rumah tangga mempunyai seorang anak laki-laki dan seorang perempuan, karena anak laki-laki tersebut baru mengikuti pendidikkan dasar yaitu Sekolah Dasar (SD), dia malas belajar tetapi ia meminta ayahnya untuk belikan kepadanya sebuah ban bekas mobil untuk digunakan sebagi alat untuk bermain,makaayahnya berkata kepadanya:
Ayah: nak nanti ayah belikan kamu ban mobil dengan sepeda, tapi ayah kamuharus ikuti perintah ayah!
Anak: apa ayah?
Ayah: tugas kamu harus rajin belajar supaya kamu naik kelas
Anak: iya ayah, tapi ayah atau kakak nona (kakak perempuan maksudnya) harus bantu aku karena aku belum bisa
Ayah: iya nanti kakak nona bantu kamu
            Mulai saat itu juga, anak tersebut rajin belajar karena keinginannya sangat tinggi terhadap apa yang dibilang oleh ayahnya. Iapun dibuatkan jadwal belajar oleh ayahnya sehingga waktu belajarnya tiba ia selalu belajar dan diperhatikan oleh kedua orang tuanya dan saudara perempuannya ketika ia belajar sehingga prestasi belajarnya makin hari makin meningkat. 
            Seorang kepala keluarga karena ia ingin pergi kepasar, maka anaknya disuruh jangan pergi kesekolah untuk menjaga adiknya dirumah, anak tersebut tidak menhiraukan perkataan bapaknya, ia tetap bersiap sebagaimana biasa dan pada saat ia memberi salam untuk pergi kesekolah, ayahnya langsung tampeleng dipohon telinga sambil berkata “bapak sudah bilang kamu tidak boleh pergi kesekolah hari ini untuk jaga adik dirumah karena bapak mau kepasar sebantar”, akhirnya anak tesebut tidak jadi masuk sekolah karena ia takut dipukul lagi oleh ayahnya.
LingkunganSekolah. Pengaruh lingkungan ini terhadap prestasi belajar siswa cukup besar, karena sekolah adalahling kungan sosial kedua setelah keluarga yang akan dikenal oleh siswa. Pengaruh lingkungan sekolah terhadap prestasibelajarsiswa.
Komite sekolah, kepala sekolah, dan para guru di SD sukarasa 3 dan 4, selain prosesbelajar mengajar dikelas, mereka merincikan beberapa kegiatan tambahan yang biasa disebut kegiatan ekstra kurikuler, diantaranya adalah pramuka, paduan suara, paskibra, bulu tangkis dan lain sebagainya. Kegiata-kegiatan tambahan ini menurut seorang ibu guru bertujuan untuk meningkatkan bakat dan keterampilan masing-masing anak. Guru tersebut juga mengatakan bahwa selain meningkatkan bakat dan keterampilan siswa, hal ini juga berpengaruh pada peningkatan hasil belajar para siswa karena, ada siswa yang menguasai disalah satu bidang kegiatan tambahan, namun hasil belajarnya dikelas masih sangat minim, tapi setelah ikut kegiatan ekstrakurikuler, hasil belajarnya terus meningkat karena ada siswa yang tidak ikut tidak terlalu aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler prestasinya bagus sehingga mereka yang aktif dikegiatan ekstrakurikuler melihat hal seperti itu, mereka juga bangkit dalam hal prestasi belajar, mungkin karena malu dengan teman-temannya atau bagaimana sehingga mereka merubah sikap mereka terhadap belajar (kata ibu tersebut).
Waktu saya masuk bersekolah mulai dari SD samapi dengan SMA, jika terdapat mata pelajaran olahraga dan jam pelajarannya terdapat dijam pertama atau kedua,berarti jam pelajaran selanjutnya kami tidak mau masuk kelas, biarpun masuk tapi sudah malas belajar karena capek.
LingkunganPergaulan (Teman). Pengaruh lingkungan terhadap prestasi belajar memang sangat besar, apa lagi bila menyangkut lingkungan pergaulan siswa itu sendiri. Jika siswa bisa memilih pergaulan yang tepat, tentu tidak masalah terhadap prestasi belajarnya seperti contoh dibawah berikut:
Ada beberapa anak kelas tiga SD, ketika pulang sekolah mereka sering bergabung dan bermain kelereng secara masal, satu orang bisa menggunakan dua atau tiga kelereng dalam satu kali bermain, salah satu dari mereka tingkat pengetahuannya masih sangat rendah (membaca dan berhitung), sehingga pada saat ia bermain kelereng dan kena sampai lebih dari lima ia tidak bisa berhitung, maka teman-temannya membantu dia berhitung ketika ia kena beberapa kelereng. Melihat hal seperti itu, teman-temannya membuat satu keputusan untuk membantu dia dalam hal belajar karena orangtunya juga dari segi pengetaahuan tidak berpendidikan. Salah satu dari mereka mengajak temannya yang belum bisa membaca dan berhitung itu untuk belajar bersama-sama dengannya setiap malam karena rumah mereka berdekatan, anak tersebut pun mau ikut belajar bersama temannya sehingga pada saat kenaikan kelas ia sudah bisa membaca dan berhitung secara lancar.
            seorang yang dari awalnya rajin belajar, tiba-tiba malas belajar karena ia sering bergabung dengan temannya yang dilihat dari segi ekonomis orangtuanya sangat mewah sehingga anaknya juga ingin serba mewah dan tidak mau untuk belajar.


SUMBER
Dikutip dari percikan ilmu pedagogik teoritis sistematis.
Berdasarkan lingkungan pendidikan sesuai pengalaman penulis.
Berdasarkan pengamatan penulisdi SD sukarasa 3 & 4 2012.

Iklan/Advertisment

Artikel Kumpulan Tugas Makalah Kelas Lainnya :

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © 2018 Kumpulan Tugas Makalah Kelas | Support by Cara Kredit